Warna merupakan elemen penting dalam desain visual yang memengaruhi respons emosional, kognitif, dan perilaku audiens. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemilihan warna terhadap kondisi emosional audiens melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 45 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2014–2024 dianalisis untuk mengidentifikasi mekanisme utama psikologi warna. Hasil kajian menunjukkan tiga mekanisme utama, yaitu respons afektif yang dipengaruhi karakteristik fisik warna, asosiasi kognitif yang terbentuk melalui pengalaman budaya dan personal, serta pengaruh konteks desain terhadap interpretasi warna. Temuan menunjukkan bahwa warna hangat, seperti merah, oranye, dan kuning, cenderung meningkatkan tingkat arousal, sedangkan warna dingin, seperti biru dan hijau, meningkatkan persepsi kepercayaan dan ketenangan. Kajian ini juga mengidentifikasi keterbatasan penelitian pada konteks lintas budaya berbasis digital dan pengukuran fisiologis yang objektif. Sebagai implikasi, penelitian ini mengusulkan kerangka Color–Emotion–Behavior (CEB) untuk mendukung praktik desain visual dan penelitian lanjutan.
Copyrights © 2026