Pembentukan karakter pada peserta didik penghafal Al-Qur’an masih menjadi isu penting dalam berbagai kajian, sementara penelitian terintegrasi antara tahfizh dan mekanisme biologis otak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual yang menghubungkan aktivitas tahfizh, neurosains kognitif, dan pembentukan karakter. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan narrative literature review berbasis data sekunder (2020–2026) yang diperoleh melalui Publish or Perish. Berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 10 artikel utama yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengulangan dalam menghafal Al-Qur’an dapat menstimulasi neuroplastisitas otak melalui penguatan koneksi sinaptik (prinsip Hebbian) serta sinkronisasi gelombang otak. Proses ini berdampak pada peningkatan memori jangka panjang dan regulasi emosi, yang berkontribusi pada pembentukan karakter disiplin, tekun, dan memiliki kontrol diri. Kesimpulannya, menghafal Al-Qur’an tidak hanya ibadah spiritual, tetapi juga stimulus neurologis pembentuk karakter.
Copyrights © 2026