Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis jangka panjang sering menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman psikologis dan spiritual pasien selama menjalani hemodialisis jangka panjang, serta makna yang dibangun pasien dalam menghadapi kondisi sakitnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan pasien perempuan berusia 60 tahun yang telah menjalani hemodialisis selama empat tahun. Data diperoleh melalui wawancara mendalam untuk menggali pengalaman emosional, bentuk penerimaan diri, serta upaya coping yang dilakukan pasien dalam menjalani pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami berbagai dinamika emosional seperti kelelahan, kejenuhan, dan kecemasan, namun mampu membangun penerimaan diri melalui kedekatan spiritual dengan Tuhan, dukungan keluarga, serta pemaknaan positif terhadap penyakit yang dialami. Spiritualitas menjadi sumber kekuatan utama yang membantu pasien bertahan dan menjalani terapi dengan lebih tenang dan ikhlas. Penelitian ini menunjukkan pengalaman psikospiritual dengan pendekatan yang humanis memiliki peran penting dalam proses adaptasi pasien.
Copyrights © 2026