Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya motivasi belajar siswa SMA di Tasikmalaya yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Guru BK mengoptimalkan layanan konseling individu dan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kesadaran diri, dukungan sosial, serta partisipasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya motivasi belajar siswa SMA di Tasikmalaya yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Guru BK mengoptimalkan layanan konseling individu dan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kesadaran diri, dukungan sosial, serta partisipasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Copyrights © 2026