Sektor e-commerce merupakan pendorong utama transformasi digital di Indonesia, dengan lonjakan nilai transaksi mencapai Rp487,01 triliun pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong adopsi inovasi teknologi digital (khususnya Artificial Intelligence dan Big Data Analytics) serta pengaruhnya terhadap pendapatan penjual. Dengan menggunakan kerangka kerja Technology-Organization-Environment (TOE), penelitian ini melibatkan 117 responden penjual kategori fashion di platform Shopee. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil pengujian struktural menunjukkan bahwa faktor Teknologi ($p < 0,001$), Organisasi ($p = 0,004$), dan Lingkungan ($p < 0,001$) berpengaruh positif signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi digital (DTI). Namun, analisis jalur langsung mengungkapkan bahwa hanya aspek Organisasi dan Lingkungan yang berdampak signifikan terhadap pendapatan penjual. Sebaliknya, aspek Teknologi dan DTI itu sendiri tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pendapatan. Hal ini mengindikasikan bahwa kapabilitas internal penjual dan dukungan ekosistem platform lebih dominan dalam meningkatkan pendapatan dibandingkan penggunaan teknologi semata. Rendahnya dampak langsung DTI diduga karena pemanfaatan yang belum optimal serta kurangnya keterampilan analitis pengguna.
Copyrights © 2026