Dalam penelitian ini, penentuan sifat optik dan kadar klorofil hasil ekstrak daun pandan asal Kabupaten Kupang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan a) sifat optik berdasarkan spektrum serapan dan fluoresens (FL), b) kadar klorofil dari ekstrak daun pandan, 3) gugus fungsional dari spektrum FTIR. Daun Pandan diekstrak menggunakan metode meserasi selama 24 jam pada suhu kamar dengan penambahan NaHCO3 sebesar 0, 3, 6, dan 9% . Dua mL hasil extract dari setiap sampel masing-masing dilarutkan dalam 10 mL etanol, disonikasi selama 1 jam dan disentrifugasi pada 1000 rpm selama 20 menit dan diukur spektrum serapan, FL, dan FTIR-nya. Berdasarkan hasil analisis data, daerah serapan ekstrak daun pandan terletak pada 350-700 nm dengan nilai celah energinya adalah 1,82 eV. Ketika dieksitasi pada Panjang gelombang 400 nm, puncak FL terletak pada daerah 600-800 nm yang sesuai dengan warna pendaran merah dari klorofil. Adanya ikatan O-H, C-H, CH3, C≡O, C=O, dan C-O dalam spektrum FTIR mengindikasikan adanya klorofil dari daun pandan. Kadar klorofil total dengan penambahan NaHCO3 sebesar 0, 3, 6, dan 9%, masing-masing adalah 2,63, 2,74, 3,03, dan 3,61 mg/L.Berdasarkan nilai celah energinya, ekstrak daun pandan ini termasuk material semikonduktor dan berpotensi sebagai bahan aktif alternatif pada piranti elektronik.
Copyrights © 2026