Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab belum optimalnya pelaksanaan pengamanan aset tetap tanah dan bangunan di PT Rajawali Nusantara Indonesia/ID FOOD (Persero) serta merancang model pelaksanaan pengamanan aset yang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan key informant dari berbagai divisi terkait, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen laporan keuangan, laporan BPK, Program Kerja Audit Internal Tahunan (PKAIT), dan data aplikasi SIMA. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab belum optimalnya pengamanan aset. Pertama, sistem pengendalian internal yang lemah, ditandai dengan tidak adanya audit assurance oleh SPI terhadap aset holding selama tiga tahun berturut-turut (2023–2025), sehingga menciptakan oversight gap yang signifikan. Kedua, penatausahaan aset yang belum optimal, tercermin dari masih terdapatnya 37 aset berstatus Kategori III dan IV yang dikuasai pihak ketiga. Ketiga, sistem informasi yang belum terintegrasi, di mana SIMA, DREAM, dan Oracle beroperasi secara silo tanpa konektivitas otomatis antar divisi. Model optimal yang dihasilkan mengintegrasikan proses pengamanan administratif, fisik, hukum, dan audit internal yang dijalankan oleh delapan aktor kunci.
Copyrights © 2026