Perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan ketidakpastian hasil produksi menjadi tantangan utama bagi sektor pertanian di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap instrumen perlindungan risiko yang lebih adaptif, salah satunya melalui asuransi parametrik. Berbeda dengan asuransi konvensional, asuransi parametrik menggunakan parameter objektif sebagai dasar pembayaran klaim sehingga mampu memberikan proses klaim yang lebih cepat dan transparan. Namun demikian, tingkat penerimaan masyarakat terhadap produk ini masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kemudahan Produk, Inovasi Layanan, dan Persepsi Risiko terhadap Minat Beli Asuransi Parametrik pada sektor pertanian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 290 responden. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Asuransi Parametrik. Sebaliknya, Kemudahan Produk dan Persepsi Risiko tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 43,9% variasi Minat Beli. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi layanan menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap asuransi parametrik. Oleh karena itu, perusahaan asuransi perlu memperkuat inovasi layanan dan edukasi konsumen guna meningkatkan adopsi produk asuransi parametrik pada sektor pertanian.
Copyrights © 2026