Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas pengelolaan dana beasiswa Otonomi Khusus (OTSUS) bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Beasiswa Otsus merupakan kebijakan afirmatif pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan akses pendidikan tinggi dan penguatan sumber daya manusia kesehatan di Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terhadap 50 responden yang terdiri dari mahasiswa aktif dan alumni penerima beasiswa, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam serta analisis dokumen kebijakan dan laporan terkait. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji beda independent sample t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum akuntabilitas pengelolaan beasiswa Otsus berada pada kategori baik. Dimensi akuntabilitas hasil memperoleh nilai tertinggi dan menunjukkan bahwa program beasiswa memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran studi, motivasi belajar, dan kesiapan pengabdian lulusan. Sementara itu, dimensi akuntabilitas keuangan menjadi aspek dengan nilai terendah, terutama pada indikator ketepatan waktu pencairan dana dan transparansi informasi. Dimensi proses dan kebijakan berada pada kategori tinggi namun masih menunjukkan kelemahan pada aspek koordinasi, monitoring, serta kejelasan kebijakan pasca kelulusan. Hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara mahasiswa aktif dan alumni terhadap seluruh dimensi akuntabilitas. Kesimpulannya, pengelolaan beasiswa Otonomi Khusus telah memberikan manfaat yang kuat bagi penerima, namun masih memerlukan penguatan pada aspek tata kelola, khususnya transparansi, ketepatan pencairan dana, integrasi data, dan kebijakan keberlanjutan. Penguatan aspek tersebut diperlukan agar program beasiswa dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berkontribusi optimal terhadap penyediaan tenaga dokter di Papua.
Copyrights © 2026