Evaluasi ini mengkaji perhitungan efisiensi operasional Unit boiler 2 yang beroperasi di PT PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Tanjung Awar-Awar, yang menggunakan bahan bakar batu bara dan serbuk kayu. Evaluasi kinerja boiler diperlukan, karena penggunaan boiler secara berkepanjangan dapat menimbulkan banyak permasalahan, seperti penurunan kemampuan pemanasan dan terjadinya slagging, yang akhirnya dapat menghambat kinerja boiler serta menurunkan efisiensinya. Akibatnya, evaluasi ini berusaha untuk menilai kinerja boiler. Pendekatan yang digunakan mencakup metode langsung dan metode tidak langsung, yang kedua metodenya merujuk pada standar yang telah ditetapkan oleh American Society of Mechanical Engineers melalui Performance Test Codes (ASME PTC 4.1). Evaluasi ini memperoleh data dan hasil yang menunjukkan laju aliran massa sebesar 1.143.066 kg/jam ke dalam boiler dan 1.132.080 kg/jam keluar. Selain itu, total input energi tercatat sebesar 2.120.643.259,10 kJ dan output energi sebesar 1.924.790.357,00 kJ. Berdasarkan analisis yang digunakan, metode langsung menghasilkan efisiensi sebesar 90,76%, sedangkan metode tidak langsung menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi sebesar 91,32%. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi boiler dapat bervariasi tergantung pada metode evaluasi yang digunakan. Dengan demikian, menjaga kualitas bahan bakar serta kondisi operasional boiler sangat penting untuk mengoptimalkan efisiensinya. Evaluasi ini merekomendasikan pelaksanaan pemantauan dan pemeliharaan rutin guna meminimalkan kehilangan energi dan meningkatkan kinerja boiler secara keseluruhan.
Copyrights © 2026