Studi eksplanatori ini berguna untuk mengevaluasi dampak pengungkapan Environmental Social and Governance (ESG) serta proporsi komisaris independen terhadap nilai perusahaan. Objek amatan difokuskan pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 2022 hingga 2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif kausal, riset ini mengaplikasikan teknik purposive sampling untuk menyeleksi 45 entitas, sehingga menghasilkan total 135 titik observasi data panel. Informasi ditarik dari data sekunder, yakni laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Prosedur analisis regresi data panel dieksekusi melalui peranti lunak EViews 12. Operasionalisasi variabel mengandalkan rasio Tobin’s Q sebagai proksi nilai pasar, standar GRI 2021 untuk pengukuran ESG, dan rasio keanggotaan independen dalam dewan komisaris untuk mekanisme pengawasan. Pengujian empiris membuktikan bahwa pengungkapan ESG memberikan kontribusi positif dan signifikan secara statistik terhadap peningkatan nilai perusahaan. Sebaliknya, representasi komisaris independen mengindikasikan arah negatif dan tidak bermakna secara statistik terhadap nilai perusahaan. Konklusinya, komitmen keberlanjutan terbukti mampu menjadi katalisator efektif dalam membangun konfidensi pemodal, sementara struktur pengawasan independen belum menunjukkan fungsionalitas optimal dalam memaksimalkan nilai perusahaan.
Copyrights © 2026