Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Rote Ndao, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SDM ASN dilakukan melalui dua strategi utama yaitu pendidikan formal (tugas belajar) dan pelatihan teknis maupun struktural. Implementasi program ini terbukti meningkatkan kompetensi pegawai dalam hal teknis, manajerial, serta karakter pelayanan publik. Namun, partisipasi ASN dalam pendidikan formal masih rendah karena keterbatasan anggaran, kuota tugas belajar, minimnya informasi beasiswa, serta motivasi individu. Faktor pendukung pelaksanaan program antara lain adanya kebijakan nasional, dukungan pimpinan, dan proses analisis kebutuhan yang sistematis, sedangkan hambatan utama yakni anggaran terbatas, mismatch kompetensi, dan beban kerja ASN. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi BKPSDM dengan lembaga pendidikan dan penyedia pelatihan, optimalisasi teknologi pembelajaran, serta penguatan motivasi ASN untuk mewujudkan pengembangan SDM yang adaptif menghadapi tuntutan pelayanan publik berbasis digital.
Copyrights © 2026