Kacang hijau merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Pengembangan komoditas ini tidak terlepas dari peran penyuluh pertanian sebagai agen perubahan yang berfungsi memberikan edukasi, motivasi, fasilitasi, komunikasi, dan inovasi kepada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas dan pendapatan usahatani kacang hijau, menganalisis peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terhadap produktivitas usahatani kacang hijau, serta mengetahui hubungan antara peran penyuluh dengan pendapatan petani di Desa Rura, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling terhadap 50 petani dari total populasi 335 petani. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan perhitungan produktivitas, analisis pendapatan, skala Likert, serta uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rata-rata usahatani kacang hijau sebesar 503 kg/ha dengan rata-rata pendapatan petani sebesar Rp2.091.525 per musim tanam. Peran penyuluh pertanian lapangan secara umum berada pada kategori kurang berperan terhadap produktivitas usahatani kacang hijau. Sebagian besar responden menilai peran penyuluh sebagai edukator, motivator, komunikator, dan inovator masih belum optimal, sedangkan peran sebagai fasilitator dinilai relatif lebih baik. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,288 (>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran penyuluh dengan pendapatan petani. Pendapatan petani lebih banyak dipengaruhi oleh faktor teknis dan ekonomi seperti luas lahan, biaya produksi, harga jual, dan kondisi iklim dibandingkan intensitas pendampingan penyuluh.
Copyrights © 2026