Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan balita di Kabupaten Tangerang dengan prevalensi 26,40% pada tahun 2023, lebih tinggi dibandingkan angka provinsi dan nasional. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada faktor gizi dan sosial-ekonomi, sementara peran keluarga, pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan, dan penyakit infeksi belum banyak dianalisis secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan stunting pada balita berdasarkan faktor-faktor tersebut.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis terhadap 4.378 data balita. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Terdapat lima faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting, yaitu pekerjaan ibu, akses ke puskesmas dan rumah sakit, akses ke praktik tenaga kesehatan, riwayat ISPA, dan riwayat diare dengan p value (0,05). Diare merupakan faktor paling dominan dengan risiko 9,8 kali lebih tinggi mengalami stunting. Model penelitian mampu memprediksi kejadian stunting sebesar 82,3%, menunjukkan bahwa faktor keluarga, akses pelayanan kesehatan, dan penyakit infeksi berperan penting terhadap stunting pada balita.Kesimpulan: Pencegahan stunting perlu difokuskan pada peningkatan akses fasilitas pelayanan kesehatan, edukasi keluarga, sanitasi, serta pencegahan diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
Copyrights © 2026