Transformasi wilayah akibat ekspansi perkotaan telah mendorong perubahan signifikan terhadap struktur sosial ekonomi masyarakat lokal, khususnya petani. Melalui pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci serta observasi lapangan yang dilakukan pada fase awal perkembangan kawasan Mamminasata, penelitian ini menunjukkan strategi adaptasi nafkah rumah tangga petani dalam menghadapi tekanan pembangunan di kawasan peri-urban Mamminasata. Analisis data dilakukan secara deskriptif interpretatif untuk mengidentifikasi pola strategi adaptasi nafkah yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi nafkah petani meliputi diversifikasi ke sektor non-pertanian, konversi aset lahan, pemanfaatan jaringan sosial, serta investasi pada aktivitas ekonomi baru. Namun, strategi tersebut tidak berlangsung secara seragam. Pada lokasi yang lebih dekat dengan pusat kota, adaptasi bersifat lebih transformatif dengan pergeseran signifikan dari sektor pertanian ke non-pertanian. Sementara itu, pada lokasi yang relatif lebih jauh daripada pusat pertumbuhan (rural), adaptasi berlangsung lebih gradual dengan tetap mempertahankan basis pertanian.Temuan ini menunjukkan bahwa posisi spasial dalam kawasan peri-urban mempengaruhi variasi strategi adaptasi nafkah serta menghasilkan diferensiasi sosial kalangan petani.
Copyrights © 2026