Pemantauan kualitas air tandon di rumah sakit perlu dilakukan secara cepat dan berkelanjutan untuk mendukung mutu pelayanan kesehatan. Di RSUD H. Damanhuri Barabai, pemantauan kualitas air tandon masih dilakukan secara manual dan berkala, sehingga diperlukan sistem monitoring yang mampu menampilkan data secara real-time. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem monitoring kualitas air tandon berbasis Internet of Things (IoT) dengan parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), suhu, dan kekeruhan. Penelitian menggunakan metode rancang bangun dengan pendekatan rekayasa eksperimental. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor pH, sensor TDS, sensor suhu DS18B20, sensor turbidity, OLED, dan platform Blynk. Pengujian dilakukan terhadap kinerja sensor dan fungsionalitas sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor suhu DS18B20 memiliki rata-rata persentase error sebesar 2,41%, sensor pH sebesar 4,36%, sensor TDS sebesar 80,92%, dan sensor turbidity sebesar 71,73%. Pengujian perangkat lunak menggunakan metode Black-Box menunjukkan bahwa sistem mampu membaca data sensor, menampilkan data pada OLED, terhubung ke jaringan Wi-Fi, dan mengirimkan data ke dashboard Blynk secara real-time. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dikembangkan dapat digunakan sebagai perangkat monitoring awal atau early warning system untuk membantu pemantauan kualitas air tandon, meskipun sensor TDS dan turbidity masih memerlukan kalibrasi lanjutan agar menghasilkan pembacaan yang lebih akurat.
Copyrights © 2026