Ketidakamanan tenurial menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi keberlanjutan penghidupan rumah tangga petani, terutama pada kawasan rural–urban fringe yang mengalami tekanan urbanisasi dan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakamanan tenurial, modal nafkah, dan strategi nafkah rumah tangga petani penggarap di Kampung Pasir Karet, Desa Cijayanti, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory terhadap 35 rumah tangga petani penggarap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,6 persen rumah tangga berada pada kategori ketidakamanan tenurial tinggi. Modal alam dan modal fisik berada pada kategori dominan sedang, sedangkan modal manusia, finansial, dan sosial dominan rendah. Strategi nafkah didominasi kategori rendah (60 persen), dengan diversifikasi sebagai strategi yang paling berkembang. Tingginya ketidakamanan tenurial membatasi pengembangan usaha pertanian dan mendorong rumah tangga petani mengandalkan diversifikasi nafkah sebagai bentuk adaptasi penghidupan. Kata kunci: ketidakamanan tenurial, modal nafkah, petani penggarap, rural–urban fringe, strategi nafkah
Copyrights © 2026