Perkembangan teknologi digital dan masifnya penggunaan media sosial telah mengubah pola pencarian, produksi, dan konsumsi informasi masyarakat. Dalam konteks ini, pustakawan tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola koleksi informasi, tetapi juga sebagai agen edukatif yang mampu memengaruhi perilaku literasi digital masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pustakawan sebagai influencer literasi digital melalui pemanfaatan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi konten media sosial pustakawan dan studi literatur terkait literasi digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa pustakawan yang aktif di media sosial mampu membangun kepercayaan publik, menyebarkan informasi yang kredibel, serta mengedukasi masyarakat dalam menghadapi hoaks, disinformasi, dan penyalahgunaan informasi digital. Media sosial menjadi sarana strategis bagi pustakawan untuk meningkatkan kesadaran literasi digital, khususnya pada generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi digital pustakawan agar peran sebagai influencer literasi digital dapat dijalankan secara optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026