Naringenin merupakan salah satu senyawa yang termasuk golongan BCS kelas II yang mempunyai kelarutan yang rendah. Self-nanoemulsifying drug delivery systems (SNEDDS) dianggap sebagai pendekatan yang potensial untuk meningkatkan kelarutan naringenin karena stabil dan proses pembuatan yang relatif sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk memilih dan menentukan rasio komponen minyak, surfaktan dan ko-surfaktan dalam SNEDDS naringenin menggunakan desain faktorial terfraksi (DFT). Variabel yang digunakan dalam DFT pengembangan SNEDDS naringenin adalah tipe dan konsentrasi minyak (miglyol & capmul MCM), surfaktan (tween 80 & cremophor RH 40), dan ko-surfaktan (PEG 400 dan transcutol). Hasil DFT menunjukkan 16 run dengan perbedaan proporsi komponen SNEDDS naringenin yang selanjutnya akan dikarakterisasi parameter kritis meliputi waktu emulsifikasi, ukuran droplet, indeks polidispersitas (PDI), zeta potensial, persen transmitan dan drug loading. Penentuan komponen dan rasio komponen SNEDDS naringenin ditentukan dengan analisa single factor plot menggunakan program design expert 13. Hasil penelitian menunjukkan capmul MCM, cremophor RH 40, transcutol terpilih sebagai komponen minyak, surfaktan dan ko-surfaktan yang memberikan kontribusi paling optimal dalam pembentukan SNEDDS naringenin. Kombinasi komponen tersebut menghasilkan rasio optimum, yaitu minyak sebesar 16,67-24,83%, surfaktan sebesar 53,11-66,67% dan ko-surfaktan sebesar 16,67-22,06%, yang mampu menghasilkan sistem SNEDDS dengan karakteristik fisik yang memenuhi kriteria nanoemulsi.
Copyrights © 2026