Akses fisik menjadi hambatan utama untuk kesuksesan terapi pada pasien geriatri yang memiliki penyakit penyerta. Program pengantaran obat adalah bagian home pharmacy care di salah satu RSUD Kabupaten Semarang yang mendistribusikan obat hingga ke rumah pasien dan menjadi solusi atas hambatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian kriteria penerima program "Pendekar Obat" berdasarkan kriteria klinis dan administratif, juga menganalisis pola persebaran spasial pengguna aktual layanan. Data penelitian pengantaran obat didapatkan secara observasional menggunakan desain cross-sectional retrospektif pada periode Mei–Oktober 2025. Sampel pada penelitian ini sebanyak 383 pasien yang dipilih dengan cara systematic random sampling dari total populasi 9.000 pengguna layanan. Data penelitian diolah dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta divisualisasikan secara spasial menggunakan Google My Maps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia pengguna layanan adalah 62,35 tahun, yang merupakan rentang sesuai dengan kriteria populasi lansia. Berdasarkan analisis kepatuhan terhadap standar operasional, nilai tertinggi dicapai oleh semua indikator yaitu: kriteria jenis obat (98,17%), kriteria pasien (geriatri dengan komorbid, 66,60%), dan jarak domisili <3 km (79,40%). Pola persebaran heterogen pada analisis geospasial terpusat pada Kelurahan Lerep (2,41 km) dan Gedanganak (1,83 km). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program ini sudah efektif menjangkau target populasi pada wilayah topografi sulit, tetapi program ini dijadikan pemanfaatan kenyamanan penunjang oleh pengguna program yang berdomisili di dekat rumah sakit.
Copyrights © 2026