Nefrolitiasis atau batu ginjal merupakan patologi pada sistem urinaria yang ditandai dengan presipitasi mineral, salah satunya kalsium fosfat. Pengembangan terapi berbasis tanaman obat masih dilakukan mengingat profil keamanan yang lebih baik dan minimnya efek samping dibandingkan terapi konvensional. Daun jelatang diketahui mengandung senyawa bioaktif, khususnya flavonoid, yang berpotensi sebagai kandidat aktivitas urolitik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efikasi ekstrak daun jelatang yang dihasilkan melalui metode maserasi dan infusa terhadap kelarutan kalsium fosfat secara in vitro. Rancangan penelitian menggunakan desain eksperimen laboratorium murni (true experimental laboratory) dengan rancangan acak lengkap. Ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sedangkan infusa menggunakan akuades. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui uji fitokimia kualitatif, dan kuantifikasi total flavonoid ditelaah dengan spektrofotometri UV-Vis menggunakan baku kuersetin. Uji aktivitas pelarutan dilakukan dengan metode gravimetri pada konsentrasi ekstrak 2% selama 6 jam inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak maserasi sebesar 11,59% dan infusa sebesar 10,84%. Uji fitokimia mengonfirmasi keberadaan flavonoid pada kedua ekstrak, dengan kadar flavonoid total maserasi lebih tinggi dibandingkan infusa. Namun, daya larut kalsium fosfat tertinggi diamati pada ekstrak infusa 53,66% , diikuti maserasi 52,25%, dan kontrol akuades 16,85 %. Berdasarkan uji One Way ANOVA, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara kelompok perlakuan (p < 0,05). Simpulan penelitian menegaskan bahwa ekstrak daun jelatang memiliki potensi terapeutik dalam melarutkan analog batu ginjal kalsium fosfat.
Copyrights © 2026