Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor perilaku, lingkungan, dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Babat, PALI Regency. Penelitian menggunakan desain case-control dengan sampel 120 balita yang terdiri dari 60 kasus dan 60 kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan cuci tangan (p = 0,000), riwayat ASI eksklusif (p = 0,006), imunisasi dasar (p = 0,004), dan pendidikan ibu (p = 0,041) dengan kejadian diare pada balita. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan cuci tangan (p = 0,000 OR = 4,414 CI 95% = 1,928 – 10,108) dan riwayat ASI eksklusif (p = 0,039 OR = 2,359 CI 95% = 1,042 – 5,340) merupakan faktor yang berpengaruh signifikan, dengan kebiasaan cuci tangan sebagai faktor paling dominan. Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan cuci tangan dan pemberian ASI eksklusif merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.
Copyrights © 2026