Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan obstruksi jalan napas, hipoksia, hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Rendahnya pengetahuan siswa mengenai penanganan tersedak berpotensi meningkatkan risiko keterlambatan pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi Heimlich maneuver terhadap pengetahuan siswa tentang penanganan tersedak di SMPIT Salsabila Palembang. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 74 siswa dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan penanganan tersedak, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan median skor pengetahuan dari 60 (minimum–maksimum: 30–80) sebelum intervensi menjadi 70 (50–100) setelah intervensi. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest (p < 0,001). Edukasi Heimlich maneuver terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai penanganan tersedak. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama berbasis sekolah berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi kegawatdaruratan. Integrasi pelatihan Heimlich maneuver ke dalam program Usaha Kesehatan Sekolah direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2026