False teaching has been one of the enduring challenges faced by the church from the New Testament period to the present time. The Epistle of Jude specifically addresses the danger posed by false teachers who threaten the purity of doctrine and the perseverance of believers’ faith. This study aims to analyze the concept of the defense of faith against the threat of false teaching in the Epistle of Jude and to examine its theological implications for the contemporary church. The research employs a qualitative method using exegetical and theological approaches to the text of Jude, focusing on historical, literary, and theological contexts. The findings indicate that false teaching in Jude is portrayed as a serious spiritual threat characterized by moral corruption, rejection of divine authority, and the misuse of grace as a license for sinful living. In response, Jude emphasizes the necessity of contending for the faith once delivered to the saints, building a strong spiritual life, and maintaining vigilance against various forms of doctrinal deviation. This study concludes that the message of the Epistle of Jude provides a relevant theological foundation for the contemporary church in defending the faith, preserving doctrinal purity, and strengthening the spiritual resilience of the Christian community amid the proliferation of teachings that contradict the Gospel truth. AbstrakAjaran palsu merupakan salah satu tantangan yang dihadapi gereja sejak masa Perjanjian Baru hingga masa kini. Kitab Yudas secara khusus menyoroti bahaya kehadiran pengajar-pengajar sesat yang dapat mengancam kemurnian ajaran dan keteguhan iman jemaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembelaan iman terhadap ancaman ajaran palsu dalam Kitab Yudas serta mengkaji implikasi teologisnya bagi gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan eksegetis dan teologis terhadap teks Kitab Yudas melalui analisis konteks historis, literer, dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Yudas menggambarkan ajaran palsu sebagai ancaman serius yang ditandai oleh penyimpangan moral, penolakan terhadap otoritas Allah, dan penyalahgunaan anugerah sebagai legitimasi untuk hidup dalam dosa. Sebagai respons, Yudas menekankan pentingnya mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus, membangun kehidupan rohani yang kokoh, serta menunjukkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyimpangan ajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesan Kitab Yudas menyediakan landasan teologis yang relevan bagi gereja masa kini dalam membela iman, menjaga kemurnian doktrin, dan memperkuat ketahanan spiritual jemaat di tengah berkembangnya berbagai ajaran yang bertentangan dengan kebenaran Injil.
Copyrights © 2026