Beberapa orang lahir dengan disabilitas seperti gangguan penglihatan, pendengaran, atau bicara. Saat ini, media dan alat bantu untuk penyandang disabilitas masih terbatas, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran. Misalnya, alarm kebakaran umumnya mengandalkan suara, yang tidak efektif bagi tunarungu. Sementara itu, tunawicara mungkin memerlukan alat untuk menghasilkan suara saat terjebak dalam situasi berbahaya. Untuk membantu penyandang tunarungu dan tunawicara, dibuatlah alat pendeteksi dan pemberi peringatan. Alat ini terdiri dari dua bagian: rangkaian pengirim dan penerima. Rangkaian pengirim menggunakan sensor api, Arduino sebagai mikrokontroler, dan modul WiFi ESP8266 untuk mengirim data ke internet melalui Thingspeak. Rangkaian penerima berbentuk jam tangan yang terdiri dari NodeMCU, motor DC mini sebagai indikator getar, LED sebagai indikator cahaya, OLED sebagai indikator bacaan, dan buzzer sebagai indikator suara. Alat ini berfungsi dengan baik dan mencapai efektivitas hingga 95%.
Copyrights © 2026