Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan penanganankomprehensif, termasuk terapi komplementer berbasis bahan alam. Bawang putih lanang (Allium sativum L.) diketahuimengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antihipertensi. Review ini bertujuan mengkaji kandungansenyawa aktif, perubahan komposisi kimia akibat fermentasi menjadi black garlic, serta efektivitas berbagai bentuksediaan bawang putih dalam menurunkan tekanan darah. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, GoogleScholar, dan ScienceDirect pada periode 2016–2025, dengan 30 artikel eksperimental dan klinis yang dianalisis secarakualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa allicin, hidrogen sulfida (H₂S), S-allyl cysteine (SAC), polifenol, dan flavonoidberperan melalui mekanisme vasodilatasi, inhibisi ACE, perbaikan fungsi endotel, dan penurunan stres oksidatif.Fermentasi meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas senyawa aktif, sehingga black garlic menunjukkan efekantihipertensi yang lebih optimal dibandingkan bawang putih segar atau rebus
Copyrights © 2026