Pengalaman menghadapi bencana merupakan peristiwa yang dapat memberikan dampak mendalam bagi individu, terutama anak usia sekolah yang masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Paparan bencana berpotensi menimbulkan gangguan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kesehatan mental anak di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman anak usia sekolah sebagai korban Badai Seroja di SD Negeri Oepunu Kabupaten Kupang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Penelitian dilakukan di SD Negeri Oepunu, Kabupaten Kupang, dengan melibatkan 12 partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, sedangkan analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu: (1) kerusakan lingkungan fisik akibat Badai Seroja, (2) perasaan tertekan yang menyelimuti hati dan pikiran, (3) penurunan kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari, (4) hambatan dalam proses belajar, dan (5) berserah diri serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menghadapi Badai Seroja memberikan dampak fisik, psikologis, dan sosial pada anak usia sekolah yang memengaruhi kehidupan sehari-hari serta proses tumbuh kembang mereka. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pendampingan dan pemulihan psikososial bagi anak korban bencana.
Copyrights © 2026