Latar belakang: Gagal jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, sehingga penilaian risiko yang akurat menjadi sangat penting untuk memahami pola kelangsungan hidup pasien. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor klinis yang berhubungan dengan risiko kematian pada pasien gagal jantung menggunakan model Cox Proportional Hazards. Metode: Analisis dilakukan menggunakan data Catatan Klinis Gagal Jantung yang mencakup 299 pasien tahun 2015, dengan berbagai karakteristik klinis dievaluasi dalam kerangka analisis kelangsungan hidup. Kurva Kaplan–Meier menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam peluang kelangsungan hidup antar kelompok pasien, khususnya berdasarkan usia, status hipertensi, dan tingkat fraksi ejeksi. Hasil: Hasil pemodelan Cox mengindikasikan bahwa pasien berusia ≥70 tahun, pasien dengan anemia, Selain itu, individu dengan fraksi ejeksi di bawah 40% memiliki risiko kematian yang secara signifikan lebih tinggi., sementara variabel lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna. Kesimpulan: Secara keseluruhan, temuan ini menjelaskan bahwa faktor-faktor klinis tertentu berperan penting dalam memengaruhi risiko mortalitas pada pasien gagal jantung, sehingga deteksi dini faktor risiko dan penerapan intervensi klinis yang tepat sasaran pada kelompok berisiko tinggi menjadi komponen utama dalam upaya peningkatan survival pasien.
Copyrights © 2026