Jurnal Salamata
Vol 8, No 1 (2026): Juni 2026

DINAMIKA PERUBAHAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DAN STRATEGI PENGELOLAAN BERKELANJUTAN DI PULAU PANNIKIANG

Lizha Dwi Mulya Putri (Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung)
Muh. Isman (Institut Teknologi dan Bisnis Maritim, Makassar)
Dinda Mardiana Lubis (Universitas Bangka Belitung)
Rudiansyah Rudiansyah (Universitas Bangka Belitung)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan salah satu komponen penting di wilayah pesisir tropis karena memiliki fungsi ekologis sebagai habitat, daerah asuhan (nursery ground), dan sumber pangan bagi berbagai biota laut, sekaligus bernilai ekonomis sebagai penopang aktivitas perikanan tangkap maupun pariwisata bahari. Namun, kondisi padang lamun di banyak wilayah Indonesia menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan akibat kombinasi faktor alami dan antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan luasan padang lamun di Pulau Pannikiang, Kabupaten Barru, dalam periode 2013–2018, serta menyusun strategi pengelolaan berkelanjutan yang melibatkan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan. Data yang digunakan meliputi citra satelit SPOT 6 tahun 2013 dan Sentinel-2A tahun 2015–2018 yang kemudian diolah melalui analisis klasifikasi supervised serta didukung oleh data lapangan. Hasil analisis menunjukkan penurunan luasan lamun dari 240,91 ha pada tahun 2013 menjadi hanya 15,04 ha pada tahun 2018, dengan total kehilangan seluas 225,87 ha. Penurunan tersebut didorong oleh faktor alami, seperti arus dan gelombang kuat, serta aktivitas manusia, seperti destructive fishing, pembuangan limbah, peningkatan sedimentasi, dan tekanan wisata bahari. Analisis SWOT mengungkapkan bahwa strategi prioritas pengelolaan yang dapat diterapkan antara lain penetapan alat tangkap ramah lingkungan, penguatan pengawasan kawasan, konservasi berbasis masyarakat, pelatihan ekowisata dan kebun bibit lamun, serta penataan zona pemanfaatan yang adaptif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif lintas sektor dan berbasis data ilmiah dalam upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem lamun. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, masyarakat lokal, maupun stakeholder lain dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir di Pulau Pannikiang.Seagrass ecosystems are an important component of tropical coastal ecology because they serve as habitats, nursery grounds, and food sources for various marine biota, as well as providing economic value as a support for fishing activities and marine tourism. However, the condition of seagrass meadows in many regions of Indonesia shows a significant downward trend due to a combination of natural and anthropogenic factors. This study aims to analyze the dynamics of changes in seagrass meadow area on Pannikiang Island, Barru Regency, during the period 2013–2018, and to develop a sustainable management strategy involving the participation of the community and stakeholders. The data used include SPOT 6 satellite imagery from 2013 and Sentinel-2A from 2015–2018, which are then processed through supervised classification analysis and supported by field data. The analysis showed a decline in seagrass area from 240.91 ha in 2013 to only 15.04 ha in 2018, with a total loss of 225.87 ha. This decline was driven by natural factors, such as strong currents and waves, as well as human activities, such as destructive fishing, waste disposal, increased sedimentation, and marine tourism pressure. The SWOT analysis revealed that priority management strategies that could be implemented include establishing environmentally friendly fishing gear, strengthening area surveillance, community-based conservation, ecotourism training and seagrass nurseries, and structuring adaptive utilization zones. This study emphasizes the importance of a collaborative, cross-sectoral approach based on scientific data in efforts to protect and manage seagrass ecosystems. The resulting recommendations are expected to serve as a reference for local governments, local communities, and other stakeholders in maintaining the sustainability of coastal resources on Pannikiang Island.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

salamata

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science Immunology & microbiology Veterinary

Description

Jurnal Salamata menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam lingkup perikanan tangkap, budidaya perikanan, manajemen sumber daya perikanan, sosial ekonomi ...