Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih tingginya angka kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Strategi Unit Pelaksana Teknis Perlindugan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Provinsi Riau dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dan faktor penghambatnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Strategi Kotten terdapat 4 indikator yaitu Strategi Organisasi (Corporate Strategy), Strategi Program (program strategy), Strategi pendukung sumber daya (Recourse Support Strategy), Strategi Kelembagaan (Institusional strategy). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini bahwa di UPT PPA Provinsi Riau masih kurangnya sumber daya manusia untuk penanganan kekerasan, dan juga ketersedian sarana dan prasarananya yang juga masih kurang (seperti Gedung, komputer, kendaraan operasional), Belum adanya forum koordinasi lintas instansi, masih banyak korban kekerasan yang tidak melapor, dan masih kurang atau terbatas pembiayaan dari segi finansial di UPT PPA Provinsi Riau.
Copyrights © 2026