Distribusi produk pangan beku memerlukan pemantauan suhu yang konsisten untuk menjaga mutu dan keamanan produk sepanjang rantai pasok dingin. Namun, sebagian besar kemasan pangan beku belum dilengkapi indikator suhu yang efektif dan aman, sementara teknologi yang tersedia masih berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya seperti Bisphenol-A (BPA). Penelitian ini bertujuan mengembangkan tinta termokromik berbasis leuco dye dengan indikator pH yang aman untuk pangan (food-grade) tanpa penggunaan BPA sebagai indikator visual suhu pada kemasan pangan beku. Penelitian dilakukan dengan menguji sensitivitas larutan pewarna indikator pH tunggal dan kombinasi, yaitu Bromothymol Blue (BTB), Methyl Red (MR), Bromocresol Purple (BCP), Bromophenol Blue (BPB), serta kombinasi AB (BTB+MR), CB (BCP+MR), dan DBA (BPB+MR+BTB), terhadap paparan gas amonia ±230 ppm selama 60 menit. Respons pewarna dianalisis berdasarkan perubahan warna parameter L*, a*, dan b*, nilai perbedaan warna total (ΔE), serta perubahan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna BCP, BTB, dan kombinasi CB memiliki nilai ΔE tertinggi yang mengindikasikan perubahan warna visual yang signifikan, dengan pewarna BCP menunjukkan respons paling cepat dan konsisten sejak awal paparan. Pewarna MR dan kombinasi CB menunjukkan respons pH paling tinggi terhadap gas amonia, sedangkan BCP dan BTB menunjukkan kestabilan pH yang baik. Berdasarkan hasil tersebut, pewarna BCP, MR, dan kombinasi CB dipilih sebagai kandidat utama untuk formulasi tinta indikator. Penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan tinta termokromik food-grade yang aman dan efektif untuk aplikasi kemasan pangan beku.
Copyrights © 2026