UMKM Tenun Bali menghadapi kompleksnya terkait keberlanjutan, dimulai dari penggunaan pewarna sintetis yang berdampak buruk pada lingkungan, kurangnya minat generasi muda terhadap warisan budaya, hingga rendahnya kebersediaan konsumen untuk membayar lebih pada produk ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepedulian lingkungan, keterikatan nilai budaya dan kebersediaan membayar lebih terhadap pemasaran berkelanjutan, hingga menilai peran entrepreneurial marketing sebagai variabel mediasi. Peneliatian ini menggunakan pendekatan kuantitatif 125 responden konsumen tenun endek yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis ini dilakukan menggunakan PLS-SEM yang meliputi pengujian outer model, inner model, dan bootsraping. Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa seluruh variabel indenpenden berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemasaran berkelanjutan, ketiga variabel ini terbukti meningkatkan praktik entrepreneurial marketing pada UMKM Tenun di Bali. Selain itu, entrepreneurial marketing memainkan peran mediasi yang signifikan dalam memperkuat hubungan kepedulian liangkungan, keterikatan nilai budaya dan kebersediaan membayar lebih terhadap pemasaran berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan UMKM Tenun dalam mencapai praktik pemasaran keberlanjutan yang tidak hanya bergantung pada karakteristik konsumen saja. Tetapi juga terkait kemampuan pelaku usaha untuk menerapkan strategi pemasaran yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada nilai.
Copyrights © 2026