Penelitian ini mengkaji manajemen pembiasaan Sholat Dhuha bersama di SMAN 8 Garut dan SMA Setia Bhakti Cilawu sebagai strategi pembentukan karakter siswa melalui integrasi nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab sosial, dan religiusitas di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan praktik manajerial (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi), mengidentifikasi faktor pendukung–penghambat, serta memetakan dampak pembiasaan terhadap karakter siswa. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan observasi, wawancara mendalam (kepala sekolah, guru PAI, siswa), dan studi dokumentasi, dianalisis dengan model Miles–Huberman serta triangulasi sumber dan teknik untuk validitas temuan. Hasil menunjukkan program berjalan terstruktur dengan variasi frekuensi (SMAN 8: Selasa; SMA Setia Bhakti: Rabu–Jumat) dan dukungan pendampingan guru, yang berkorelasi dengan penguatan karakter religius, kedisiplinan, dan kepedulian sosial; hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, sarana, dan beban guru PAI. Disarankan sinkronisasi jadwal dengan kurikulum, penguatan fasilitas, dan pelibatan seluruh ekosistem sekolah agar keberlanjutan terjaga dan dampak karakter optimal.
Copyrights © 2026