Masyarakat dunia menempatkan kopi sebagai minuman favorit ketiga setelah air putih dan teh, yang mana peningkatannya didorong oleh penggemar dari kalangan muda hingga dewasa. Kandungan kafein dalam kopi menghambat penyerapan zat besi, yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hemoglobin. Gangguan ini berpotensi menyebabkan anemia, kondisi di mana kadar hemoglobin berkurang. Batas kadar hemoglobin untuk mendiagnosis anemia pada laki-laki adalah kurang dari 13 gr/dl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hemoglobin dengan jumlah konsumsi kopi pada penikmat kopi di warung. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Metode pemeriksaan hemoglobin menggunakan metode Cyanmeth dengan alat ukur Spektrofotometer dan tempat penelitian dilakukan di laboratorium patologi klinik STIKES Hutama Abdi Husada Tulungagung. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai p > 0,05 yang dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan jumlah konsumsi kopi.
Copyrights © 2025