Latar Belakang: Hemoragik Postpartum (HPP) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia maupun di Indonesia yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini. HPP didefinisikan sebagai perdarahan ≥500 ml setelah persalinan pervaginam atau ≥1.000 ml setelah persalinan sectio caesarea yang dapat terjadi akibat berbagai faktor risiko, seperti atonia uteri, jarak kehamilan yang tidak ideal, paritas, usia ibu, riwayat anemia, serta komplikasi obstetri lainnya. Tujuan: Untuk Mengetahui Faktor Resiko Kejadian Hemorogik Postpartum (HPP) di RS Bun Kosambi Tahun 2026. Metode: pengambilan data rekam medis ibu bersalin dalam kurun waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk memperoleh data yang representatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square, jika tidak memenuhi syarat maka akan dilanjutkan dengan uji fisher exact test SPSS. Hasil: Terdapat hubungan paritas, jarak kehamilan, riwayat anemia dengan Kejadian Hemorogik Postpartum (HPP) dengan p value 0,000, namun tidak terdapat hubungan umur ibu dengan Kejadian Hemorogik Postpartum (HPP) dengan p value 0,449. Kesimpulan dan Saran: Tenaga kesehatan diharapkan dapat lebih memfokuskan upaya pencegahan HPP pada faktor obstetri langsung, seperti pencegahan atonia uteri, penerapan manajemen aktif kala III persalinan, serta deteksi dini dan penanganan cepat perdarahan postpartum.
Copyrights © 2026