Perkembangan yang cepat dari platform media sosial telah menyebabkan meningkatnya penggunaan media sosial pada kalangan mahasiswa. Intensitas penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah burnout akademik. Mahasiswa keperawatan termasuk kelompok yang rentan mengalami burnout akademik karena tingginya tuntutan pembelajaran, praktik klinik, dan tekanan akademik selama masa pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi korelasi antara kecanduan terhadap media sosial dengan burnout akademik di kalangan mahasiswa Keperawatan tingkat 2 di Universitas Advent Indonesia. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional serta pendekatan cross-sectional. Responden penelitian ini menggunakan sampel yang diambil dengan melakukan total sampling yaitu melibatkan 87 mahasiswa.. Penelitian ini menggunakan Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur kecanduan media sosial dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Dalam melakukan analisis data, Peneliti menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada dalam kategori kecanduan media sosial tingkat sedang, dengan 43 responden (49%) dan burnout akademik juga sedang dengan 40 responden (46,0%). Hasil uji mengindikasikan adanya korelasi signifikan antara kecanduan media sosial dan burnout akademik, dengan nilai ρ = 0,249 dan p-value = 0,020 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jika tingkat kecanduan media sosial yang dialami semakin tinggi, maka tingkat burnout akademik pada mahasiswa Keperawatan tingkat 2 di Universitas Advent Indonesia juga semakin tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian penggunaan media sosial dan meningkatkan manajemen stres akademik di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026