Pelayanan kesehatan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan terluar Indonesia (RBOIA) masih menjadi tantangan nasional yang besar akibat isolasi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata. Rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah tersebut dituntut untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi meskipun menghadapi kekurangan tenaga kerja yang serius dan keterbatasan sumber daya. Meskipun berbagai program pemerintah telah memperkenalkan insentif finansial dan kebijakan penempatan tenaga kesehatan, kesenjangan dalam ketersediaan dan retensi tenaga kerja masih terus terjadi sehingga memengaruhi aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kualitas layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang kontekstual dan berkelanjutan guna memperkuat sistem tenaga kesehatan di RSUD pada wilayah RBOIA Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang dipandu oleh kerangka PRISMA. Sebanyak dua puluh studi peer-reviewed dan laporan resmi yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tren utama, tantangan, dan potensi inovasi MSDM dalam layanan kesehatan di wilayah terpencil. Hasil penelitian menunjukkan enam tantangan utama yang memengaruhi implementasi MSDM, yaitu distribusi tenaga kerja yang tidak merata, rendahnya tingkat retensi tenaga kesehatan, keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, kurangnya perlindungan hukum, dan lemahnya kapasitas kepemimpinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insentif finansial saja tidak cukup untuk mempertahankan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan kerangka MSDM yang holistik dengan mengintegrasikan dukungan organisasi, kepemimpinan transformasional, inovasi kesehatan digital, dan sistem kesejahteraan yang berkeadilan guna meningkatkan ketahanan tenaga kerja serta memperkuat keberlanjutan pelayanan kesehatan di wilayah RBOIA Indonesia.
Copyrights © 2026