Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada ibu hamil masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan karena berisiko menyebabkan penularan dari ibu ke anak (mother-to-child transmission/MTCT) selama kehamilan, persalinan, dan masa menyusui. Pemeriksaan HIV secara dini pada masa kehamilan merupakan strategi utama dalam pencegahan MTCT karena memungkinkan pemberian terapi antiretroviral secara tepat waktu. Namun, cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil masih belum optimal karena dipengaruhi oleh berbagai faktor individu, sosial, budaya, dan sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan HIV. Penelitian ini menggunakan desain literature review melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed dan ScienceDirect. Seleksi artikel dilakukan menggunakan kerangka PICO serta kriteria inklusi dan eksklusi, dengan fokus pada artikel penelitian internasional full text yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, yaitu 2022–2026. Sebanyak sepuluh artikel yang memenuhi kriteria dianalisis dan disintesis secara sistematis. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemeriksaan HIV pada ibu hamil dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan persepsi tentang HIV, pengalaman emosional terkait pemeriksaan, dukungan dan komunikasi tenaga kesehatan, keteraturan kunjungan antenatal care (ANC), pendekatan skrining HIV, stigma sosial, serta norma budaya. Peningkatan cakupan pemeriksaan HIV pada ibu hamil memerlukan edukasi kesehatan berkelanjutan, pelayanan yang empatik dan non-diskriminatif, dukungan psikososial, pendekatan yang sensitif budaya, serta integrasi skrining HIV secara rutin dalam layanan ANC.
Copyrights © 2026