Jurnal Ners
Vol. 10 No. 3 (2026)

Perilaku Sedentari sebagai Determinan Potensial Gangguan Siklus Menstruasi: Tinjauan Sistematis Terhadap Perubahan Aksis Hipotalamus–Hipofisis–Ovarium Dan Alterasi Endokrin-Metabolik

Dewa Ayu Ifani Erkurniasari (Universitas Pendidikan Ganesha)
Aditya Parabawa (Universitas Pendidikan Ganesha)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Abstrak Gangguan siklus menstruasi merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor gaya hidup, termasuk perilaku sedentari. Perubahan gaya hidup modern menyebabkan peningkatan durasi aktivitas sedentari yang diduga berkontribusi terhadap gangguan fungsi reproduksi melalui perubahan hormonal dan metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan perilaku sedentari dengan gangguan siklus menstruasi serta menjelaskan mekanisme yang melibatkan perubahan aksis hipotalamus–hipofisis–ovarium dan alterasi endokrin-metabolik. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan penelusuran artikel melalui basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan SpringerLink. Artikel yang dipublikasikan pada tahun 2016–2026 dan memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan antara rendahnya aktivitas fisik atau tingginya perilaku sedentari dengan peningkatan risiko ketidakteraturan siklus menstruasi. Mekanisme yang mendasari hubungan tersebut meliputi perubahan fungsi aksis hipotalamus–hipofisis–ovarium, peningkatan adipositas, resistensi insulin, perubahan produksi adipokin, serta gangguan metabolisme hormon seks yang dapat memengaruhi proses ovulasi. Dengan demikian, perilaku sedentari berpotensi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap gangguan siklus menstruasi pada perempuan usia reproduktif. . Kata Kunci: perilaku sedentari, siklus menstruasi, kesehatan reproduksi, aksis hipotalamus–hipofisis–ovarium, alterasi endokrin-metabolik Abstract Menstrual cycle disorders are reproductive health problems that may be influenced by various lifestyle factors, including sedentary behavior. Modern lifestyle changes have increased sedentary time, which is suspected to contribute to reproductive dysfunction through hormonal and metabolic alterations. This study aimed to identify and synthesize scientific evidence regarding the relationship between sedentary behavior and menstrual cycle disorders and to explain the mechanisms involving changes in the hypothalamic–pituitary–ovarian axis and endocrine-metabolic alterations. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted by searching articles in PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and SpringerLink databases. Articles published between 2016 and 2026 that met the inclusion criteria were analyzed descriptively using a narrative synthesis approach. The findings indicate that most studies reported an association between low physical activity or high sedentary behavior and an increased risk of menstrual cycle irregularities. The underlying mechanisms include alterations in hypothalamic–pituitary–ovarian axis function, increased adiposity, insulin resistance, changes in adipokine production, and disturbances in sex hormone metabolism that may affect ovulation. Therefore, sedentary behavior may be considered a contributing factor to menstrual cycle disorders among women of reproductive age. Keywords: sedentary behavior, menstrual cycle, reproductive health, hypothalamic–pituitary–ovarian axis, endocrine-metabolic alterations

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ners

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing

Description

Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer ...