Kadar besi (Fe) yang tinggi pada air sumur bor dapat membahayakan kesehatan dan membatasi pemanfaatannya sebagai air bersih. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengolahan yang efektif dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi proses aerasi cascade dan adsorpsi menggunakan arang limbah agroindustri ampas tebu dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor. Metode aerasi cascade bekerja dengan mengoksidasi Fe terlarut menjadi endapan yang tidak larut melalui kontak dengan oksigen. Sementara itu, adsorpsi menggunakan arang ampas tebu memanfaatkan sifat adsorben dari arang yang dihasilkan dari limbah tebu untuk menyerap sisa Fe. Arang ampas tebu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan potensinya sebagai adsorben alami. Sampel air sumur bor diambil dari Fajar Baru Jati Agung, Lampung Selatan, dengan kadar Fe awal 1,83 mg/L, melebihi baku mutu air bersih (1 mg/L). Penelitian ini menggunakan metode batch dengan variabel bebas berupa proses oksidasi (aerasi cascade) dan adsorpsi menggunakan arang ampas tebu, serta variabel terikat berupa penurunan kadar Fe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi aerasi cascade dan adsorpsi dengan arang ampas tebu sangat efektif, mampu menurunkan kadar besi awal 1,83 mg/L. menjadi 0,0485 mg/L., mencapai efisiensi penurunan 97,3% Efektivitas ini meningkat seiring dengan waktu kontak adsorpsi yang lebih lama, menunjukkan interaksi optimal antara ion besi Idan permukaan adsorben.
Copyrights © 2026