Transformasi pembelajaran digital telah mendorong pemanfaatan arsip digital sebagai sumber belajar yang mendukung penelitian mandiri mahasiswa. Namun, ketersediaan sumber digital tidak menjamin pemanfaatan yang optimal, karena sangat bergantung pada persepsi pengguna. Meskipun studi sebelumnya telah meneliti bagaimana penggunaan koleksi digital berdampak positif pada ekosistem akademik, sebagian besar literatur membatasi posisi mahasiswa hanya sebagai pengguna perpustakaan atau pengelola dokumen administrasi pribadi. Studi-studi ini jarang membahas mahasiswa sebagai subjek pembelajaran aktif yang secara mendalam mengeksplorasi materi akademik. Studi ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan literatur ini dengan secara khusus meneliti optimalisasi portal Jaringan Informasi Arsip Nasional (JIKN) sebagai sumber belajar digital untuk penelitian mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa dan mengidentifikasi tantangan dalam melakukan penelitian mandiri di platform tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, studi ini menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan yang melibatkan 112 mahasiswa aktif yang sebelumnya telah menggunakan JIKN untuk tujuan akademik. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap optimalisasi JIKN, dengan skor rata-rata keseluruhan 4,05 (kategori tinggi), khususnya mengenai substansi dan relevansi arsip. Lebih lanjut, JIKN dianggap dapat meningkatkan akses ke sumber primer otentik dan memotivasi penelitian independen. Meskipun demikian, kendala seperti navigasi sistem, metadata yang tidak lengkap, dan kesenjangan ketersediaan arsip masih tetap ada. Oleh karena itu, perbaikan antarmuka pengguna, standardisasi metadata, dan distribusi digitalisasi node jaringan yang merata diperlukan untuk meningkatkan efektivitas JIKN sebagai sumber belajar digital.
Copyrights © 2026