Permasalahan kepasiran sering terjadi pada sumur yang memproduksi dari formasi batuan pasir tidak terkonsolidasi dan dapat menurunkan kinerja produksi serta merusak peralatan sumur. Penelitian ini dilakukan pada Sumur X1 dan X2 di Lapangan Y yang mengalami indikasi produksi pasir selama proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan metode pengendalian pasir yang tepat serta merancang ukuran bukaan sand screen yang optimal berdasarkan karakteristik pasir formasi. Analisis karakteristik pasir dilakukan menggunakan metode sieve analysis untuk memperoleh parameter distribusi ukuran butiran pasir, yang selanjutnya digunakan dalam perhitungan uniformity coefficient dan sorting coefficient. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasir pada kedua sumur tergolong well sorted, sehingga metode Stand Alone Screen (SAS) dipilih sebagai solusi pengendalian pasir. Penentuan ukuran bukaan sand screen dilakukan menggunakan metode Coberly yang dikembangkan oleh Chanpura pada aplikasi wire wrapped screen.Hasil perhitungan menunjukkan ukuran bukaan sand screen optimal sebesar 83 µm untuk Sumur X1 dan 162 µm untuk Sumur X2. Evaluasi sand passing menunjukkan bahwa ukuran bukaan hasil metode Chanpura mampu mengurangi potensi pasir terproduksi secara signifikan dibandingkan ukuran sand screen yang tersedia di lapangan. Dengan penerapan desain sand control yang tepat, diharapkan produksi sumur dapat berlangsung lebih stabil dan berkelanjungan.
Copyrights © 2026