Lumpur pemboran adalah bagian terpenting dari operasi pengeboran. Kecepatan, efisiensi dan biaya pengeboran bergantung pada baik tidaknya lumpur pengeboran itu sendiri. Tujuan utama dalam penggunaan lumpur pemboran adalah agar dalam operasi pemboran yang sedang dilakukan tidak banyak mengalami gangguan. Keberhasilan suatu pengeboran dapat di pengaruhi oleh lumpur pemboran, semakin baik sistem sirkulasi lumpur pemboran maka semakin baik hasil dari proses pemboran. kondisi lumpur yang di maksud adalah sifat fisik lumpur yang sesuai dengan standar lumpur yang di inginkan. Untuk mengetahui pengaruh penambahan additif bubuk arang daun bambu pada rheology lumpur pemboran, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perubahan rheology lumpur berupa mud weight, plastic viscosity, yield point, gel strength, filtrate dan pH. Sifat fisik lumpur yang telah di uji mengalami perubahan seiring dengan penambahan additif bubuk arang daun bambu 2 gr, 4 gr, 6 gr dan 8 gr dapat merubah sifat fisik lumpur pemboran, seperti penurunan pH yang membuat lumpur dapat sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengaruh penambahan Bubuk arang daun bambu pada lumpur terdapat perubahan nilai pada mud cake stabil. Untuk nilai plastic viscosity mengalami kenaikan 11-15 lbs/100ft2, Untuk yield point mengalami kenaikan dari 18-24 lbs/100ft2, Untuk nilai gel strenght 10 detik dan 10 menit setelah penambahan additif menunjukkan adanya peningkatan dan mengalami kenaikan dari 0,8 – 0,93 lbs/100ft2 dan filtration loss mengalami penurunan filtrate dari 8,9-5,9 ml/30 menit.
Copyrights © 2026