Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisik yang berdampak pada berkurangnya kemandirian lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian lansia adalah Dance Movement Therapy (DMT), yaitu terapi berbasis gerakan tubuh yang terstruktur dan diiringi musik. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas Dance Movement Therapy terhadap kemandirian dan Activity Daily Living (ADL) pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kalibobo. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 lansia yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30) menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kemandirian diukur menggunakan Indeks Barthel. Kelompok intervensi diberikan Dance Movement Therapy sebanyak 2–3 kali per minggu dengan durasi 30–45 menit per sesi, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil rata-rata skor Indeks Barthel pada kelompok intervensi meningkat dari 68,40 ± 12,35 menjadi 89,27 ± 8,14 dengan selisih peningkatan sebesar 20,87 poin. Pada kelompok kontrol, skor meningkat dari 69,10 ± 11,82 menjadi 72,33 ± 10,45 dengan selisih 3,23 poin. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai mean rank kelompok intervensi sebesar 39,15 dan kelompok kontrol sebesar 21,85 dengan nilai p-value = 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dance Movement Therapy efektif dalam meningkatkan kemandirian dan Activity Daily Living (ADL) pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kalibobo. Terapi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu program promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan lansia.
Copyrights © 2026