Perkembangan media digital telah mendorong munculnya visualisasi kritik sosial-politik yang tersebar luas melalui media sosial, salah satunya melalui gambar “Indonesia Gelap” yang dipublikasikan oleh BEM Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna visual dalam gambar tersebut dengan pendekatan semiotika dekonstruksi Jacques Derrida. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika dekonstruktif terhadap elemen visual seperti simbol Garuda Pancasila, warna gelap, tipografi, serta teks isu sosial-politik yang terkandung dalam gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai representasi kritik terhadap kondisi sosial dan politik Indonesia, tetapi juga sebagai ruang dekonstruksi makna simbol negara. Simbol Garuda tidak lagi bersifat tunggal sebagai lambang persatuan, tetapi mengalami pergeseran makna menjadi representasi ketegangan antara negara dan rakyat. Selain itu, penggunaan latar gelap dan daftar isu sosial memperkuat narasi krisis yang dikonstruksi secara visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambar “Indonesia Gelap” merupakan teks visual yang bersifat terbuka, cair, dan dapat dimaknai secara berlapis, sehingga memperlihatkan bahwa makna dalam media digital tidak pernah stabil dan selalu dapat direkonstruksi melalui pembacaan kritis.
Copyrights © 2026