Sektor manufaktur membutuhkan sistem produksi yang efisien agar proses pemenuhan permintaan pelanggan dapat berlangsung tepat waktu dengan penggunaan sumber daya yang optimal. Salah satu aspek penting dalam sistem produksi adalah penjadwalan, terutama pada lingkungan flow shop yang memiliki urutan proses sama untuk setiap pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja algoritma Branch-and-Bound (BB), Campbell-Dudek-Smith (CDS), dan Nawaz-Enscore-Ham (NEH) dalam meminimasi makespan pada penjadwalan flow shop. Metode penelitian dilakukan melalui perancangan dua belas skenario kasus berdasarkan variasi jumlah pekerjaan dan jumlah mesin/proses, yaitu skala kecil, sedang, dan besar. Setiap skenario diuji menggunakan algoritma BB, CDS, NEH-LPT, dan NEH-SPT, kemudian hasilnya dibandingkan berdasarkan nilai makespan dan efisiensi pencarian solusi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa algoritma BB memberikan hasil yang baik pada kasus kecil, tetapi kurang efisien pada kasus besar karena waktu pencarian solusi lebih lama. Pada kasus sedang, CDS dan NEH-LPT menunjukkan kinerja yang kompetitif, sedangkan pada kasus besar NEH-SPT lebih konsisten menghasilkan makespan terbaik dibandingkan metode lainnya. Kesimpulannya, pemilihan algoritma penjadwalan perlu disesuaikan dengan skala sistem produksi. Penelitian ini merekomendasikan NEH-SPT untuk sistem produksi berskala besar karena lebih efisien dan mampu menghasilkan jadwal dengan makespan minimum.
Copyrights © 2026