Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai prasyarat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Di Kabupaten Toli-Toli, pengembangan kompetensi ASN masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan anggaran, kapasitas kelembagaan, dan belum optimalnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pengembangan kompetensi ASN, mengkaji relevansi collaborative governance, serta merumuskan inovasi pembiayaan yang kontekstual dan operasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, serta analisis dokumen kebijakan yang dianalisis secara tematik menggunakan model interaktif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi ASN masih bergantung pada APBD dan belum didukung oleh kolaborasi sistematis dengan aktor eksternal. Penerapan collaborative governance dan inovasi pembiayaan seperti pemanfaatan CSR, kemitraan publik-swasta, cost sharing, serta pembelajaran digital berpotensi meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan program. Kesimpulannya, integrasi tata kelola kolaboratif dan mekanisme pembiayaan inovatif menjadi strategi kunci dalam memperkuat kapasitas ASN dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026