Manajemen stockpile batubara memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas batubara dan mencegah terjadinya swabakar (self-combustion) akibat proses oksidasi di dalam timbunan. Pola penimbunan yang tidak tepat, dimensi timbunan yang berlebihan, serta tidak diterapkannya sistem pengelolaan batubara yang baik dapat meningkatkan risiko akumulasi panas dan kebakaran spontan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penimbunan batubara yang diterapkan pada area stockpile PT Lematang Coal Lestari serta mengevaluasi efektivitasnya dalam mencegah swabakar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, pengumpulan data, dan analisis teknis terhadap kondisi manajemen stockpile. Data primer meliputi pola penimbunan, dimensi stockpile, dan kondisi operasional, sedangkan data sekunder berupa dokumen teknis dan data pendukung perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan stockpile di PT Lematang Coal Lestari belum sepenuhnya memenuhi standar KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Tinggi timbunan mencapai 8 meter dengan sudut lereng 45°, melebihi standar yang direkomendasikan untuk batubara sub-bituminus. Selain itu, sistem FIFO belum diterapkan secara optimal sehingga meningkatkan potensi swabakar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan perbaikan pola penimbunan, geometri timbunan, penerapan FIFO, serta prosedur operasional untuk meminimalisir risiko swabakar dan meningkatkan efisiensi manajemen stockpile.
Copyrights © 2026