Kearifan lokal mengandung makna filosofis yang mencerminkan kebijaksanaan leluhur dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Nilai-nilai seperti kebersamaan, keseimbangan, dan rasa syukur terwujud dalam berbagai praktik budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menarasikan kearifan lokal dalam kerangka pemikiran filsafat Indonesia kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Metode ini dipilih karena fokus kajian terletak pada analisis konseptual dan reflektif terhadap gagasan, teori, serta pemikiran filosofis yang berkaitan dengan integrasi ilmu pengetahuan dan tradisi kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap relevan dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern, terutama dalam menghadapi tantangan global dan masyarakat multikultural. Integrasi nilai-nilai lokal mampu meningkatkan relevansi ilmu terhadap kebutuhan sosial serta memperkaya perspektif ilmiah yang kontekstual. Penggabungan ilmu dan tradisi memerlukan pendekatan filsafat sebagai jembatan konseptual. Melalui hermeneutika, fenomenologi, dan dialektika, filsafat membantu memahami hubungan antara pengetahuan, nilai, dan realitas secara lebih komprehensif, sehingga mencegah reduksi ilmu menjadi sekadar instrumen teknis dan mendorong terbentuknya paradigma ilmiah yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kearifan lokal merupakan bagian penting dalam pengembangan ilmu yang berakar pada realitas sosial-budaya masyarakat.
Copyrights © 2026