Kualitas batako sangat menentukan ketahanan konstruksi bangunan, namun masih banyak UMKM yang mengalami tingkat kecacatan produk tinggi akibat proses produksi yang belum terkendali. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian kualitas proses produksi batako pada UMKM Batako Plaju menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi proses produksi, pencatatan jumlah produksi, dan identifikasi produk cacat selama bulan November 2025. Total produksi tercatat sebesar 37.100 unit batako dengan jumlah cacat 1.146 unit, yang terdiri dari cacat retak (241 unit), patah/rapuh (215 unit), permukaan tidak rata (207 unit), dimensi tidak sesuai (185 unit), keropos (155 unit), dan sudut rusak (143 unit). Analisis menggunakan peta kendali P menunjukkan proses berada dalam batas kendali statistik, namun nilai DPMO yang relatif tinggi mengindikasikan perlunya perbaikan kualitas. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan DMAIC efektif dalam mengidentifikasi jenis cacat dominan dan faktor penyebabnya serta memberikan dasar perbaikan untuk menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan standar mutu batako.
Copyrights © 2026